TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
KESIAPAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
OLEH :
NAMA : RAHMAWATI PUTRI
NIM : 19005035
JURUSAN : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENGTAHUAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Kesiapan Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah
Kesiapan sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk program pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang dicapainya terwujud.
Perencanaan TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu:
(1) Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study).
(2) Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment) dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam sumber daya manusia.
(3) Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources, optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK.
(4) Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan: perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility, acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK.
Namun Sumber Daya manusia juga mengalami beberapa hambatan dalam menggunakan TIK dalam PLS.
Kemampuan operasional komputer sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pegawai dalam bekerja. Budaya kerja pemerintah selama ini yang cenderung bekerja secara manual akan berubah secara perlahan seiring dengan meningkatnya kemampuan operasional ini. Akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. Kemampuan ini juga mempengaruhi implementasi egov ke depan sehingga cita-cita untuk mewujudkan good governance akan tercapai.
1. Pemanfaatan teknologi informasi hendaklah dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia yang memadai, sehingga dapat terus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Hal ini dibarengi dengan kriteria penyebaran gagasan yang menyangkut pemikiran inovatif dalam memperkenalkan penemuan teknologi baru, sebagaimana diungkapkan Everett M. Rogers melalui bukunya Diffusion of Innovation, sebagai berikut:
a. Tahap menyadarkan (awareness stage)
b. Tahap menyampaikan informasi (information stage)
c. Tahap mencoba menerapkan gagasan (trial stage)
d. Tahap menentukan sikap menerima atau menolak (adaption stage).
2. Fokus utama pemanfaatan teknologi informasi hendaklah difokuskan kepada faktor manusianya. Seorang antropolog terkemuka Ashley Montagu dalam buku ”Communication Evolution and Education”, dengan tegas menyatakan “the most important agency through which the child learns to be human is communication, verbal also non verbal”. Dengan demikian komunikasi erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia yang menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal maupun non verbal. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidaklah semata-mata pada nilai fisik sesuatu proyek saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah faktor manusianya.
3. Peran serta pemerintah, praktisi, dan masyarakat dalam mengontrol, memberi masukan, dan mengevaluasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan masyarakat era teknologi informasi.
4. Berbagai kecenderungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kita temui dewasa ini, merupakan sebuah aktivitas dari keinginan pribadi dan kelompok yang memanfaatkannya untuk sebuah kemajuan dan sarana membantu aktivitas manusia sehari-hari. Namun adakalanya dipergunakan sebagai sarana kepentingan pribadi maupun kelompok dengan dalih mengatasnamakan sebuah kreativitas yang menjurus kepada kejahatan logic bomb atau unsmoking gun, yakni senjata maut yang tidak berasap dan tidak memberikan tanda bahaya terlebih dahulu.
a. Tahap menyadarkan (awareness stage)
b. Tahap menyampaikan informasi (information stage)
c. Tahap mencoba menerapkan gagasan (trial stage)
d. Tahap menentukan sikap menerima atau menolak (adaption stage).
2. Fokus utama pemanfaatan teknologi informasi hendaklah difokuskan kepada faktor manusianya. Seorang antropolog terkemuka Ashley Montagu dalam buku ”Communication Evolution and Education”, dengan tegas menyatakan “the most important agency through which the child learns to be human is communication, verbal also non verbal”. Dengan demikian komunikasi erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia yang menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal maupun non verbal. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidaklah semata-mata pada nilai fisik sesuatu proyek saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah faktor manusianya.
3. Peran serta pemerintah, praktisi, dan masyarakat dalam mengontrol, memberi masukan, dan mengevaluasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan masyarakat era teknologi informasi.
4. Berbagai kecenderungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kita temui dewasa ini, merupakan sebuah aktivitas dari keinginan pribadi dan kelompok yang memanfaatkannya untuk sebuah kemajuan dan sarana membantu aktivitas manusia sehari-hari. Namun adakalanya dipergunakan sebagai sarana kepentingan pribadi maupun kelompok dengan dalih mengatasnamakan sebuah kreativitas yang menjurus kepada kejahatan logic bomb atau unsmoking gun, yakni senjata maut yang tidak berasap dan tidak memberikan tanda bahaya terlebih dahulu.
DAFTAR RUJUKAN
http://nuruldly77.blogspot.com/2018/02/1-kesiapan-sumber-daya-manusia-dalam.html
nice
BalasHapusGratefull
BalasHapusNice kk
BalasHapusGood
BalasHapusCakeppp
BalasHapusSemangat penulisan
BalasHapusMantap kk
BalasHapusKereennn ✨
BalasHapusGood job
BalasHapusBagus, sangat bermanfaat
BalasHapusSemangatt
BalasHapusSemangatt penulis
BalasHapusterimakasih ilmunya
BalasHapusSemangat unii
BalasHapus👍👍
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusSemangat
BalasHapusNice
BalasHapusWell played
BalasHapusGood game
Good , smngat penulis 🤗🥰
BalasHapusMangaaatts ama
BalasHapusSemangat
BalasHapusSemangat 😊😁😁
BalasHapusMntap
BalasHapuswahh baguss kakk
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusgoodjob
BalasHapusMangat nulisnya
BalasHapussemangat penulis
BalasHapusSemangatt
BalasHapusNice ✨✨
BalasHapusGood
BalasHapusMantapp
BalasHapusSemangat kk
BalasHapusBerkah ilmunya penulis
BalasHapusMantap
BalasHapus